Suku Mentawai

Suku mentawai adalah penghuni asli kepulauan mentawai. Daerah hunian warga mentawai, selain di Mentawai juga ditemukan di Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan. Suku ini dikenal sebagai kaum peramu dan ketika pertama dikenal, mereka belum mengenal tradisi  bercocok tanam. Tradisi yang khas adalah penggunaan tato disekujur tubuh, yang terkait dengan peran dan status sosial penggunanya.

Masyarakat mentawai bersifat patrilineal dan kehidupan sosialnya dalam suku disebut uma. Struktur sosial tradisional mereka adalah kebersamaan, dimana mereka tinggal bersama di rumah besar yang juga disebut uma yang berada di tanah-tanah suku. Seluruh makanan, hasil hutan dan pekerjaan dibagi dalam satu uma. Struktur sosial bersifat egalitarian, yaitu setiap anggota dewasa dalam uma mempunyai kedudukan yang sama kecuali sikerei (dukun) yang mempunyai hak lebih tinggi karena dapat menyembuhkan penyakit dan memimpin upacara keagamaan.

Menurut agama tradisional Mentawai (Arat Sabulungan) seluruh benda hidup dan segala yang ada di alam mempunyai roh atau jiwa (simagre). Roh dapat memisah dari tubuh dab bergentayangan bebas. Jika keharmonisan antara roh dan tubuh tidak dipelihara, maka roh akan pergi dan menyebabkan penyakit.


Dalam Suku Mentawai terdapat upacara agama yang dikenal sebagai punen, puliajiat atau lia yang harus dilakukan bersamaan dengan aktivitas manusia. Upacara dipimpin oleh para sikerei yang dapat berkomunikasi dengan roh dan jiwa yang tidak dapat dilihat oleh orang biasa. Roh makhluk yang masih hidup maupun yang telah mati akan diberi banyak sajian yang disediakan oleh anggota suku untuk menyenangkan roh sehingga mereka akan mengembalikan keharmonisan.

Dalam melakukan kegiatan berburu, pembuatan sampan, merambah atau membuka lahan untuk ladang atau membangun sebuah uma biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh anggota uma dan pembagian kerja dibagi atas jenis kelamin.


Sumber : Turangan,Lily,Williyanto dan Reza Fadhilla.2014.Manusia & Lingkungan Budaya.Jakarta: PT. Aku Bisa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal Manusia dan Keadilan